PERATURAN UMUM

Standar keselamatan oleh Bussr.
Bussr menginginkan perjalanan yang aman untuk setiap penumpang.

JABODETABEK

​Yang disediakan oleh operator bus:

  1. Bus dibersihkan dan didesinfeksi sebelum dan setelah setiap perjalanan.

  2. Supir bus dan petugas staf akan menjalani pemeriksaan suhu tubuh sebelum setiap perjalanan. 

  3. Bus dilengkapi dengan hand sanitizer untuk membantu Anda tetap aman selama perjalanan. Staf bus kami untuk mengenakan masker yang standar setiap saat selama perjalanan.

  4. Kursi-kursi tertentu diblokir dari pemesanan untuk memastikan bahwa protokol physical distancing diikuti.

Yang harus diperhatikan oleh penumpang:

  1. Mengenakan masker, menjaga jarak dari orang lain, dan cuci tangan secara rutin.

  2. Jangan bepergian jika memiliki gejala, Penumpang disarankan untuk tidak bepergian jika mereka menunjukkan Gejala Covid-19. Dalam kasus ini, penumpang berisiko kehilangan kursi.

Mohon diketahui bahwa setiap operator menerapkan langkah-langkah perlindungan yang berbeda dan fasilitas di atas (contoh: pembersih tangan) bergantung pada ketersediaan.

Peraturan untuk Perjalanan antar kota

Antar Kota

Mohon diketahui bahwa semua dokumen yang ditunjukkan harus asli. Operator bus & travel berhak untuk menolak penumpang dan tidak memberikan refund atau reschedule jika dokumen tidak asli, tidak lengkap, atau tidak sesuai dengan persyaratan.

Dikarenakan kebijakan pemerintah terbaru yang mengizinkan transportasi umum untuk beroperasi (Surat Edaran Dirjen Perhubungan Darat Nomor SE.9/AJ.201/DRJD/2020), beberapa operator bus & travel telah membuka layanannya kembali.


Dalam rangka menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah penyebaran COVID-19 di dalam masa adaptasi kebiasaan baru (new normal), Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2020.


Surat ini mengatur kriteria dan persyaratan perjalanan orang dalam masa new normal. Mohon diketahui bahwa persyaratan ini tidak berlaku untuk perjalanan komuter dan perjalanan orang di dalam wilayah atau kawasan aglomerasi (contoh: Jabodetabek).

Namun, jika individu melakukan perjalanan ke provinsi/kabupaten/kota yang berbeda menggunakan transportasi umum, mereka harus memenuhi syarat di bawah ini:
 

  1. Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah).

  2. Mengenakan masker, menjaga jarak dari orang lain, dan cuci tangan secara rutin.

  3. Menunjukkan hasil tes negatif COVID-19 berdasarkan Polymerase Chain Reaction (PCR)/rapid test. PENTING: Tes PCR berlaku 7 hari dan Rapid Test berlaku 3 hari.

  4. Menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza yang dikeluarkan oleh rumah sakit atau puskesmas.

  5. Mengunduh dan mengaktifkan aplikasi PeduliLindungi di telepon seluler.

Peraturan untuk masuk dan keluar dari Jakarta

Jakarta

Dalam upaya mengurangi penyebaran COVID-19, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menerbitkan Pergub No. 47 Tahun 2020 yang melarang individu untuk keluar dan masuk Jakarta.

Larangan ini berlaku bagi semua individu kecuali pekerja di sektor-sektor penting dan individu yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat. Mereka pun harus memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) terlebih dahulu jika ingin bepergian.

Individu-individu yang masih diperbolehkan bepergian adalah:
 

  1. Pimpinan lembaga tinggi negara.

  2. Korps perwakilan negara asing dan/atau organisasi internasional.

  3. Anggota TNI dan kepolisian.

  4. Petugas jalan tol.

  5. Petugas penanganan pencegahan penyebaran COVID-19, termasuk tenaga medis.

  6. Petugas pemadam kebakaran, ambulans, dan mobil jenazah.

  7. Pengemudi mobil barang yang tidak membawa penumpang.

  8. Pengemudi kendaraan pengangkut obat-obatan dan alat kesehatan.

  9. Pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat beserta pendampingnya.

  10. Setiap orang, pelaku usaha, atau orang asing yang karena tugas dan pekerjaannya memiliki SIKM.
     

Perlu diketahui bahwa SIKM hanya tersedia untuk 11 sektor pekerjaan yang terdiri dari:
 

  1. Seluruh kantor/instansi pemerintahan.

  2. Korps perwakilan negara asing dan/atau organisasi internasional.

  3. Badan Usaha Milik Negara/Daerah yang turut serta dalam penanganan COVID-19 dan/atau dalam pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.

  4. Pelaku usaha yang bergerak pada sektor:

    • Kesehatan;

    • Bahan pangan/makanan/minuman;

    • Energi;

    • Komunikasi dan teknologi informasi;

    • Keuangan;

    • Logistik;

    • Perhotelan;

    • Konstruksi;

    • Industri strategis;

    • Pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu;

    • Kebutuhan sehari-hari.

  5. Organisasi kemasyarakatan lokal dan internasional yang bergerak pada sektor kebencanaan dan/atau sosial.

 

Jika Anda memenuhi kriteria tersebut dan perlu mengajukan SIKM, mohon ajukan lewat corona.jakarta.go.id.

Mohon diketahui, jika Anda melanggar peraturan di atas, Anda akan dikenakan tindakan berikut:

  1. Jika meninggalkan DKI Jakarta: Anda akan diminta untuk kembali ke rumah di Jakarta.

  2. Jika masuk ke DKI Jakarta: Anda akan diminta untuk kembali ke daerah asal atau dikarantina selama 14 hari di tempat yang ditunjuk oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Peraturan untuk masuk kota Bali

Bali

Dalam upaya mengurangi penyebaran COVID-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 10925 Tahun 2020 yang melarang semua individu untuk masuk Bali.
 

Larangan ini berlaku bagi semua individu kecuali pekerja di sektor-sektor penting, individu yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat, dan individu yang menjenguk keluarga inti yang sedang sakit keras atau meninggal dunia.
 

Mereka pun harus memiliki QR Code yang diperoleh dengan mengisi formulir melalui https://cekdiri.baliprov.go.id.

Individu-individu yang masih diperbolehkan bepergian adalah:
 

  1. Pekerja dan pelaku usaha yang bergerak pada sektor:

    • Percepatan penanganan COVID-19;

    • Pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum;

    • Kesehatan;

    • Kebutuhan dasar;

    • Pendukung layanan dasar; atau

    • Fungsi ekonomi penting.

  2. Pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

  3. Individu yang menjenguk keluarga inti yang sedang sakit keras atau meninggal dunia.

  4. Pekerja Migran Indonesia (PMI), mahasiswa, dan warga negara Indonesia yang pulang dari luar negeri, serta warga negara Indonesia lainnya yang dipulangkan oleh pemerintah dari luar negeri dengan alasan khusus.
     

Harap diketahui bahwa individu yang memenuhi kriteria di atas juga harus memenuhi syarat di bawah ini:
 

  1. Menunjukkan kode QR (QR code) kepada petugas verifikasi. Kode QR harus diperoleh dengan mengisi formulir melalui https://cekdiri.baliprov.go.id.

  2. Menunjukkan hasil tes negatif COVID-19 berdasarkan Polymerase Chain Reaction (PCR)/rapid test yang masih berlaku. Tes harus dilakukan dalam 7 hari sebelum hari kedatangan.

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube
  • Linkedin Bussr

© 2020 by Bussr Technologies